Penggunaan Bahasa Masih Kurang Tepat, OPD Pemko Batam Ikuti Pelatihan Bersama Kemendikbudristek - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Penggunaan Bahasa Masih Kurang Tepat, OPD Pemko Batam Ikuti Pelatihan Bersama Kemendikbudristek

Penggunaan Bahasa Masih Kurang Tepat,  OPD Pemko Batam Ikuti Pelatihan Bersama Kemendikbudristek
Suasana Kegiatan Sekdako Batam (Kemeja Putih) Bersama Pelatihan Peningkatan Kemahiran Berbahsa (foto by ist/infokepri)

BATAM, Infokepri.com - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin, M. Pd. secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pegawai Instansi Pemerintah di Kota Batam

Dalam sambutannya, Sekdako Batam menekankan pentingnya penggunaan tata bahasa yang tepat pada penulisan surat maupun di ruang publik.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kota Batam. Setiap OPD mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti kegiatan ini.

“Sebagai pelayanan masyarakat, kita merupakan wajah instansi. Jika ada kesalahan tata bahasa, maka itu mencerminkan citra instansi tersebut. Oleh karena itu, ini sangat penting bagi sebuah lembaga,” katanya, di Hotel Asialink, Lubuk Baja, (14/5).

"Ini merupakan kegiatan yang akan memberikan dampak positif bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Meskipun kita sudah belajar sejak SD, masih ada yang salah dalam penulisan surat. Ini penting meskipun tata naskah kita sudah ada, namun penggunaan bahasanya masih ada yang kurang tepat,” katanya lagi.

Lanjutnya, dalam penulisan surat, cukup menggunakan tiga paragraf, yaitu pembuka, isi, dan penutup.

Pentingnya penggunaan tata bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

"Bahasa Indonesia adalah salah satu pilar kemerdekaan kita. Penggunaan tata bahasa yang baik dan benar sangat penting, sesuai dengan isi Sumpah Pemuda yaitu menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Bahasa yang baik adalah bahasa yang komunikatif, yang dapat menyampaikan pesan dan maksud dengan jelas kepada pembaca,” jelasnya.

"Mengenai penggunaan imbuhan “di” dan “ke” dalam surat-surat dinas, serta berbagai tata bahasa dan penggunaan kata lainnya yang sering salah digunakan," terangnya.

Lanjutnya lagi,  juga membahas seni berpantun sebagai bagian dari bahasa dan sastra yang harus dikuasai masyarakat Kepulauan Riau.

"Pantun terdiri dari baris pertama dan kedua sebagai sampiran, dan baris ketiga serta keempat sebagai isi, dengan pola sajak ABAB. Setiap baris terdiri dari 4 sampai 5 kata,” katanya.

"Terima kasih kepada Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Rahmat yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut," tutup Sekdako Batam. (*)


Editor : Andi P

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel